instagram.com/melatiindahs

Aktivitas gunung berapi seringkali meninggalkan bekas bebatuan di daerah sekitarnya. Perihal ini pula yang terjadi pada daratan tinggi Dieng di Wonosobo. Karena sangat jumlahnya, sisa batu-batuan itu jadi menimbun dan membuat beberapa tebing eksotis. Diantaranya yang terakhir jadi objek rekreasi ialah Batu Pandang Ratapan Angin.

Beberapa tebing eksotis itu sekarang jadi salah satunya tempat favorite pengunjung di teritori rekreasi ini. Kecuali udaranya yang sejuk, panorama dari bukit teritori rekreasi ini betul-betul memesona.

Harga Ticket Batu Padang Ratapan Angin

Untuk nikmati panorama seindah ini, ticket masuknya termasuk murah. Cukup dengan Rp. 10.000 per-orang, pengunjung bisa masuk di rekreasi ini.

Harga Ticket Batu Pandang Ratapan Angin

Ticket Masuk Rp10.000

Baca: Punthuk Setumbu Magelang Ticket dan 5 Rutinitas Hebat

Jam Operasional

Teritori rekreasi ini dibuka tiap hari. Dapat didatangi dari pagi sampai sore dengan jam membuka start pukul 08.00 pagi.

Asal Saran Nama Batu Pandang Ratapan Angin

Bila disaksikan dari namanya, pasti ini mengundang bertanya, khususnya di bagian “ratapan”. Jika cuman batu pandang, pasti persepsinya akan sama, yakni batu untuk melihat. Bila ditambahkan ratapan, apa batunya sedang bimbang lalu mengeluh?

Batu pandang ratapan angin sebagai dua timbunan batu mencolok di ujung tebing. Penamaan unik ini mempunyai asal mula tertentu . Sehingga saat ada angin yang melaluinya, batu ini akan bernada seperti ratapan seorang.

Nikmati Eksotisme Panorama Bukit-bukit

Sebagai tempat rekreasi yang ada di sebuah tebing, perlu perjuangan khusus untuk meraihnya. Tetapi kecapekan yang dirasa pengunjung akan terbayarkan dengan keelokan panorama yang didapatkan. Dapat berpose pada tempat ini sebagai bonus yang perlu diambil pengunjung.

Bentangan hijau tanah Dieng

Dari batu pandang ratapan angin, kelihatan bentangan hijau tanah Dieng demikian beri kesegaran mata. Lihat birunya langit di atas, kelihatan kombinasi yang paling cantik dari ke-2 nya. Kombinasi keelokan ini akan kelihatan lebih prima bila cuaca sedang ceria.

Keelokan telaga warna dan telaga pengilon

Ada yang menyebutkan ke-2 telaga ini sebagai simbol dari rekreasi daratan tinggi Dieng. Memang tidak dapat disangkal pengukuhan itu. Baik telaga warna atau telaga pengilon, ke-2 nya sama tawarkan keelokan tertentu.

Warna hijau tua dari telaga warna memberikan kesejukan untuk siapa yang melihat. Tidak cukup sampai di sana, kemilau telaga pengilon makin lengkapi keelokan yang terhidang. Semua keelokan itu makin eksotis ketika disaksikan dari batu pandang ratapan angin.

Janganlah lupa untuk berpose di batu pandang ratapan angin. Baik swafoto atau photo bersama, semua harus dicoba. Walau antreannya mengular, kesabaran akan terbayarkan dengan hasil photo menarik.

Jembatan Menggantung Merah Putih

Kecuali batu pandang ratapan angin, ada tempat yang lain harus dikunjungi pengunjung. Tidak cuman baik untuk spot photo, tempat ini mengetes adrenalin pengunjung. Jembatan Menggantung Merah Putih ialah nama tempat itu.

Penamaan jembatan merah putih disetarakan dengan warna bendera Indonesia. Penamaan itu sebagai wujud animo ke sebuah komune panjat tebing. Walau terhitung sarana baru, jembatan ini sanggup mengisap perhatian pengunjung dari semua usia.

Jembatan ini disahkan langsung oleh Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo. Kelebihan jembatan ini dikarenakan oleh terletak yang menggantung pada ketinggian 10 mtr.. Berdasar belakang dua telaga, tidak sangsi bila tempat ini jadi spot photo favorite.

Tingginya jembatan menggantung ini akan mengetes adrenalin pengunjung. Tetapi tidak perlu cemas, karena ada petugas yang memantau di situ. Kecuali dijaga petugas, agar semakin aman pengunjung dikasih alat penyelamatan standard.

Untuk naiki jembatan, pengunjung akan dibantu oleh petugas. Disamping itu pengunjung akan dikasih tahu bila jembatan ini aman dipakai semua usia. Untuk pastikan keamanan, pengurus batasi jumlah pengunjung yang bisa naiki jembatan.

Namanya jembatan menggantung, pasti bergoyang saat dinaiki. Belum juga saat ada embusan angin, goyangan akan makin berasa. Kesan mendebarkan berikut yang bakal memicu adrealin pengunjung.

Kesan Naik Flying Fox Di Daratan Tinggi

Sarana ini tidak pernah mangkir dari sebuah teritori rekreasi alam. Ada 2 flying fox yang dapat dicoba di teritori ini. Pengunjung akan rasakan kesan bergelantung di daratan tinggi dengan lajur yang lumayan panjang.

Tidak perlu resah dengan balik ke atas. Pengunjung akan diantarkan dengan sepeda motor sampai atas.

Sarana Di Batu Pandang Ratapan Angin

Untuk menambahkan kenyamanan pengunjung di teritori rekreasi ini, disiapkan beberapa sarana. Sebagai pemadam kelaparan, tersedia banyak warung makan di bawah. Ada pula masjid, toilet dan beberapa gubuk untuk santai.

Posisi Batu Pandang Ratapan Angin

Teritori rekreasi ini masih terhitung provinsi Jawa tengah. Ada di wilayah Wonosobo yang populer sebagai kota bunga. Alamat selengkapnya di Jl. Raya Dieng, Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa tengah 56354.

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *