Foto by @life_of_hasti

Candi Cetho, mendengar nama candi ini pasti yang terlintas di benak sobat travel adalah candi yang cukup esoktis nan megah. Berada di kaki gunung lawu, membuat suasana kawasan ini begitu dinikmati oleh siapa pun yang datang ke sini.

Salah satu tempat wisata yang cukup populer di karanganyar, karena tempatnya yang mudah dijangkau dan juga berdekatan dengan tempat wisata legend yaitu Grojokan Sewu.

[artikel number=3 tag=”wisata-candi,karanganyar”]

Selain dapat mempelajari sejarah dengan berbagai keunikannya, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan alam sekitar dari lokasi candi. Tidak jarang pengunjung yang melakukan foto di spot spot yang instagenic di lingkungan candi.

Nama, candi cetho semakin di kenal lantaran kawasan ini menjadi candi tertinggi di Indonesia. Selain itu, tempat ini juga bisa digunakan sebagai titik pendakian gunung lawu. Konon katanya, memiliki rute paling jauh dan pemandangan paling indah diantara yang lain.

Sekilas Tentang Candi Cetho

Objek wisata kebanggan warga karanganyar ini merupakan peninggalan dari kerajaan hindu. Oleh karena itu tak heran, bila pada waktu tertentu kawasan ini digunakan untuk melaksanakan upacara adat.

Pada Tahun 1842, seorang arkeolog bernama Van de Vlies menemukan komplek candi ini. kemudian, menulisnya dalam sebuah buku. Baru pada tahun 1970 dilakukan pemugaran oleh humardani.

Berdasarkan penelitian, candi ini dibangun pada tahun 1451 -1470. Oleh Raja Brawijaya V. pembangunan candi ini berfungsi sebagai tolak bala atau ruwatan. Karena, pada kala itu, kerajaan majapahit sedang banyak terjadi kerusuhan.

Berada di ketinggian 1497 mdpl membuat banyak orang yang datang mengunjungi. Seperti halnya komunitas sepeda yang mencoba menaklukkan tantangan tanjakan cetho. Ada beberapa yang berhasil, ada pula yang gagal.

Kompleks candi ini memang terlihat seperti sebuah pedesaan. Dimana, di teras-teras atas terlihat beberapa bangunan-banguna seperti joglo dan juga pendopo. Keunikan dari tempat ini adalah momen siluet yang sangat cantik.

Coba datang sekitar pukul 4 sore menjelang mau tutup. Matahari akan sedikit berada di bawah. Sobat travel bisa beridiri diantara gapura yang menjulang tinggi setiap memasuki teras. Sungguh, momen yang tidak boleh untuk dilewatkan sedikit pun.

Bagi yang beragama hindu, sobat travel juga bisa memanjatkan doa disini. akan dipimpin oleh seseorang yang memang bertugas untuk menaruh sesajen dan dupa di beberapa patung yang di anggap suci dan sakral.

Jangan lupa untuk membawa kamera agar setiap momen yang dilewatkan di sini bisa diabadikan. Apalagi, tempatnya yang bisa dibilang mempunyai spot-spot genic yang kece dan menarik untuk masuk ke media sosial sobat travel semua.

Sekitar Candi Cetho

Mengunjungi kawasan ini jangan lupa pula untuk datang ke candi kethek dan puri sarasvati. Masuk ke dua tempat tersebut, sobat tarvel akan dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. karena, berada di jalur pendakian.

Di Candi kethek, sobat travel akan disuguhkan dengan satu candi kecil dengan mahkota hanuman berada di atasnya. Menariknya lagi, suasana di tempat ini benar-benar tenang dan sangat teduh.

Tak jarang, para pendaki yang turun singgah sebentar di kawasan ini. kemudian, di pura sarasvati, sobat travel bisa melihat patung dewi saravati yang merupakan pemberian dari pemerintah kabupaten Gianyar, Bali.

Di dekat patung ini, ada sebuah sendang yang bisa digunakan untuk minum dan membasuh muka. Disini, suasana sakral akan terasa kuat. Karena, bau dupa dan kembang setaman ada di beberapa sudut.

Alamat Dan Rute Lokasi

Alamat lokasi Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Menuju ke tempat ini sobat travel wajib menggunakan kendaraan pribadi.

Belum ada transportasi umum yang melayani perjalanan menuju ke Candi Cetho. Perjalanan sobat travel di mulai dari kota solo yang menjadi gerbang masuk menuju ke daerah karanganyar bila dari Jakarta atau Yogyakarta.

Bila dari Surabaya, sobat travel bisa memulai dari arah palur atau juga Tawangmangu. Bila dari solo atau surabaya, arahkan kendaraan menuju ke terminal karangpandan. Dimana jalur menuju ke kawasan ini sudah mulus dan mudah.

Setiba di pertigaan palur, sobat travel yang berasal dari Surabaya hanya perlu belok kiri. Dari arah solo, hanya perlu melewati jalan fly over. Kemudian, sobat travel terus lurus hingga sampai di terminal karangpandan.

Selanjutnya, berjalan menuju kearah kebun teh ngargoyoso. Beberapa ratus meter dari terminal karangpandang, sobat travel akan menemukan dua jalan. Ambil jalan lurus jangan belok ke kanan mengikuti aspal.

Lalu, ikuti saja jalur yang ada dan papan petunjuk yang sudah tersedia.  Setelah sampai di kebun teh kemuning, ambil jalur belok ke kanan yang sedikit menanjak. Jangan ambil yang turun karena berbeda arah.

Ikuti jalur tersebut hingga sampai di area Candi Cetho. Sepanjang perjalanan sobat travel akan disuguhkan dengan pemandangan nan indah. Sawah, bukit, dan berbagai macam kegiatan penduduk bisa disaksikan disini.

Tips Menuju Candi Cetho

Inilah tips yang benar-benar harus diperhatikan menuju ke Cetho. Dimana, faktor utama ada di kondisi kendaraan sobat travel. Usahakan dalam kondisi yang baik. Dikarenakan, perjalanan akan menanjak layaknya naik gunung.

Rute tanjakan paling mematikan ada di 500 meter sebelum sampai di Candi Cetho. Memang, memiliki panorama yang aduhai, tetapi tanjakannya pun juga aduhai. Memiliki sudut kemiringan yang cukup.

Banyak dari sobat travel yang kondisi kendaraannya kurang prima, tidak kuat dan pada akhirnya mundur ke bawah. Hal yang sangat membahayakan memang. Nah, bagi para pengguna kendaraan bermotor jangan menggunakan motor matic.

Turunan yang sangat tajam, membuat laju kendaraan harus di tahan dengan rem. Bila, menggunakan motor matic, ditakutkan remnya tidak kuat dan blong. Sehingga, sangat membahayakan bagi kendaraan lain juga.

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuk kawasan ini cukup murah, hanya 7.500 ribu rupiah saja. untuk biaya parkirnya akan dikenakan tarif 5 ribu rupiah untuk mobil. Dan 3 ribu rupiah untuk motor. Selain itu, sobat travel juga akan di beri kain poleng.

Kain ini wajib digunakan lantaran, candi cetho juga digunakan sebagai sarana ibadah umat hindu. Jadi, demi menghargai kesucian dan kesakralan kawasan ini. diberilah kain poleng, apabila sudah selesai harap dikembalikan.

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *