Sumber @blomkelilingdunia

Jawa merupakan wilayah di Nusantara yang sejak dulu menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan. Banyak kerajaan yang berdiri ada di seluruh penjuru Pulau Jawa. Dari barat hingga ke timur dengan corak Hindu dan Budha yang khas. Salah satu peninggalan kerajaan masa lalu yaitu Candi Tikus Mojokerto.

Ngga seperti banyak orang mengira, bahwa candi ini berbentuk tikus atau memiliki arca tikus. Justru, bangunan candi berbentuk seperti taman dengan kolam yang mengelilinginya. Keunikan ini membuat ramai pengunjung mendatangi objek wisata bersejarah ini. Apalagi, di sini juga menyimpan mitos yang unik dan masih dipercaya hingga sekarang.

Harga Tiket Masuk Candi Tikus Mojokerto

Untuk menikmati bangunan bersejarah ini, pengunjung dikenakan tiket yang sangat murah. Harga tiket ini berlaku di hari libur maupun hari biasa. Tarif pun berlaku bagi dewasa maupun anak-anak. Harga tiket masuk ke candi tikus yaitu Rp. 3000.

Jam Operasional

Objek wisata candi ini dapat dikunjungi oleh pengunjung setiap harinya. Jam kunjungan dimulai sejak pagi hingga sore hari yaitu jam 07.00 – 16.00.

Keindahan Cadi Tikus Berbalut Keunikan

Ketika berkunjung ke sini, mungkin pengunjung akan terheran-heran. Karena, bangunan candi ga tinggi menjulang seperti candi lainnya, justru kecil seolah bertempat ada di bawah.

Bangunan candi terletak lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya, sehingga pengunjung harus menuruni tangga. Candinya pun hanya terdiri dari satu rumpun bangunan yang berdiri di tengah-tengah kolam.

Candi Tikus dikelilingi oleh dinding batu bata yang kuat dan berbentuk persegi. Masih bertempat ada di dalam lingkup dinding, terdapat kolam yang mengelilingi candi.

Kolam hal yang demikian akan terisi air ketika musim hujan, dan kering ketika musim kemarau. Candi sendiri punya arsitektur bangunan khas kerajaan Hindu, yang mana memang menjadi peninggalan Majapahit.

Dinding-dinding candi pun terbuat dari batu bata, yang masih terlihat berwarna merah. Bangunannya bersudut-sudut lancip dengan bentuk bangunan yang ramping. Walau dinamakan Candi Tikus, di sini pengunjung gak akan menjumpai candi berbentuk tikus. Pun, arca berbentuk tikus pun gak ada di sini.

Arsitektur Bangunan Candi Tikus

Candi Tikus ditemukan pada tahun 1914 secara gak sengaja oleh penduduk setempat. Lokasi penemuannya ada di bawah permukaan tanah, dengan kedalaman kurang lebih 3,5 meter. Struktur bangunan candi terdiri dari atap, tubuh, dan kaki candi. Kaki candi berbentuk segi panjang dengan ukuran 7,75 x 7,65 meter, serta tinggi 1,5 meter.

Tubuh candi berbentuk persegi dengan ukuran 4,8 x 4,8 meter. Ada di bagian timur dan utara tubuh candi terdapat menara semu yang masing-masing berjumlah 5 buah. Di atas tubuh candi, terdapat 4 buah menara dengan ukuran 0,84 x 0,8 meter ada di setiap sudut. Sementara menara paling gede yang ada ada di tengah-tengah memiliki tinggi 2,76 meter, dengan ukuran 1 x 1,04 meter.

Sementara ada di bagian kaki juga terdapat saluran air tertutup. Saluran air ini mengelilingi kaki dengan lebar 17 cm dan kedalaman 54 cm. Channel air ini digunakan untuk memasok air ke pancuran di sepanjang kaki candi.

Perdebatan Fungsi Candi

Karena bentuknya yang berbeda dari candi pada umumnya, terjadi perdebatan antar para pakar sejarah. Beberapa berasumsi bahwa Candi Tikus dulunya merupakan letak pemandian puteri-puteri Kerajaan Majapahit. Tidak hanya pemandian para putri, melainkan juga letak pemandian keluarga kerajaan.

Selain itu, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa Candi Tikus dulunya merupakan letak penampungan. Tepatnya, letak penampungan air dan kolam dengan beberapa bangunan ada di dalamnya. Karena bentuknya yang seperti taman dan ngga dapat dimasuki bagi kegiatan atau acara gede.

Mitos Candi Tikus

Bukan karena bentuk candi atau arca candi yang berhubungan dengan tikus. Candi ini dinamakan dengan Candi Tikus karena dulunya letak ini terdapat banyak tikus. Banyak juga mitos yang dipercaya masyarakat terkait tikus.

Pada masa itu, sawah milik masyarakat desa tengah diserang hama tikus. Para petani bingung bagaimana cara mengusir tikus-tikus hal yang demikian. Kemudian, salah satu petani mencoba untuk menyiramkan air dari candi ada di empat sudut sawah Ajaibnya, tikus-tikus yang mengganggu pergi tanpa sisa.

Setelah kejadian hal yang demikian, ada juga saudagar tamak yang mengikuti cara tersebut. Namun, bukan air yang disiramkan ke sudut sawah, melainkan batu bata yang diambil dari candi. Seolah balasan atas perbuatan yang salah, justru sawah saudagar tersebut diserbu oleh tikus.

Daya Tarik Candi Tikus

Walau tidak besar, candi ini tetaplah candi yang betul-betul menarik dikunjungi. Seperti objek wisata sejarah lainnya, daya tarik khususnya ada di sini yaitu berfoto. Pengunjung dapat mengabadikan setiap menit ada di sini dengan berfoto.

Banyak spot yang menarik ada di sini. Pengunjung dapat berfoto di candi khususnya dengan menyeberang kolam. Atau berfoto ada di anak tangga dengan latar belakang candi atau membelakanginya. Andaikata air kolam surut, pengunjung bisa masuk ke dalam lorong-lorong di bawahnya.

Lingkungan candi pun sangat asri, dengan rerumputan hijau tumbuh subur ada di sekelilingnya. Berfoto duduk di atas rerumputan dengan latar belakang candi dari kejauhan pun tampak indah.

Lokasi Candi Tikus

Objek wisata ini berada di Jalan Raya Trowulan, Jatirejo, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Berjarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat kota mojokerto. Bisa ditempuh dalam waktu 30 menit berkendara.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.