Hai para traveler ! Ingin bertravelling di Indonesia tapi berasa di luar negeri ? Ini dia tempatnya . Cukang Taneuh , atau yang terkenal sebagai Green Canyon Indonesia loh . Jika anda mendengar Green Canyon pasti anda akan terbawa jauh ke Green Canyon di Arizona Amerika ya kan ? Eiits , tapi anda salah besar . Karena Green Canyon yang anda dengar kali ini tidak terlalu jauh . Green Canyon yang satu ini terdapat di desa Kertayasa , Kecamatan Cijulang , Ciamis , Jawa Barat , Indonesia atau dengan jarak tempuh 45 menit dari pantai Pangadaran . Yuk langsung saja kita cek….

Sekilas nama Green Canyon akan mengingatkan kita pada Taman Nasional pertama di Amerika Serikat yang terletak di utara Arizona, Grand Canyon. Green Canyon di Pangandaran adalah destinasi yang bisa dikategorikan sebagai lanskap tropis yang unik, diantara kedua dinding ngarai yang berwarna hijau karena ditumbuhi lumut ini anda bisa langsung melihat fenomena alam yang menarik, adanya stalagtit dan stalagmit yang dapat disaksikan secara langsung diruang terbuka, bukannya di kedalaman lorong-lorong gua bawah tanah.

Asal Usul Nama Green Canyon
Masyarakat setempat menyebutnya sebagai “Cukang Taneuh” bahasa Sunda yang berarti Jembatan Tanah, karena di lokasi tersebut terdapat jembatan yang terbangun secara alami dari tanah selebar 3 meter dan dipergunakan masyarakat sebagai jembatan, sarana penghubung diantara tebing batu diantara dua desa yang berdekatan.
Nama Green Canyon sendiri diyakini dipopulerkan oleh beberapa turis dari Perancis yang melancong sekitar pada tahun 1993 dan cukup melejitkan potensi alam daerah ini secara nasional dan internasional.
Ngarai ini terbentuk akibat terkikis oleh aliran air sungai Cijulang selama ratusan tahun yang menembus batuan karst dan membentuk ornamen-ornamen cantik seperti stalagtit dan stalagmit yang mempesona. Air sungainya cukup jernih dengan lumut yang melimpah sehingga mempengaruhi warna air menjadi hijau, ini juga yang menjadikan alasan Cukang Taneuh lebih terkenal dengan nama barunya Green Canyon.
Karst memiliki arti lahan gersang berbatu, dan salah satunya dicirikan adanya goa sistem bawah tanah. Kawasan Karst merupakan bentang alam yang memiliki kondisi hidrologi dan bentuk lahan spesifik yang berkembang di batuan mudah larut (batugamping, marmer, gipsum, halit)
Aktivitas Menarik di Green Canyon
Setelah memarkirkan kendaraan di kawasan wisata Green Canyon, anda bisa memilih dua aktivitas menarik untuk menikmati pesona hijau Cukang Taneuh, menyesuaikan waktu dan budget yang tersedia untuk memilih jalur pendek (1 jam pengarungan) dan jalur panjang (3-4 jam pengarungan) dengan Body Rafting.
Body Rafting adalah aktivitas alam menyusuri jeram dan riam di sungai. Jika Rafting adalah arung jeram dengan menggunakan perahu dan dayung sebagai peralatan utamanya, untuk Body Rafting kita hanya menggunakan badan/tubuh kita sebagai perahu sekaligus dayungnya. Perlengkapan utamanya hanyalah pelindung kepala (helm), kaki (decker) dan pelampung (life jacket) untuk perlindungan terhadap benturan.

Menyusuri Sungai Cijulang dengan Perahu Wisata
Setelah berada di kawasan Green Canyon, dari tempat parkir utama anda cukup menyeberang jalan untuk menuju Dermaga Ciseureuh, lokasi loket masuk kawasan wisata sekaligus tempat pemberangkatan menuju Green Canyon dengan menggunakan perahu wisata dengan mesin tempel.
Selanjutnya anda akan membayar restribusi masuk lokasi wisata Green Canyon, asuransi wisata dan menyewa perahu sebesar Rp. 150.000/perahu. Tiap perahu dapat memuat hingga 5 (lima) orang pelancong yang akan di antar menyusuri sungai Cijulang menuju Green Canyon dengan jarak 3 km atau dapat ditempuh dalam waktu 30-45 menit.

Tiba di ujung perjalanan perahu, anda bisa menikmati indahnya pesona alam Green Canyon dari perahu atau berdiri di pelataran batu. Tapi pasti lebih menarik jika anda bersedia berbasah-basahan berenang di sekitar area Green Canyon, anda cukup mempersiapkan baju ganti untuk pulang selebihnya semua perlengkapan pengaman life jacket (pelampung perorangan) sudah disediakan oleh tukang perahu dengan tambahan biaya sewa dan jasa pemandu untuk menyusuri Green Canyon.

Mengarungi Jeram Green Canyon dengan Body Rafting
Kurang puas hanya satu jam berada di Green Canyon, anda bisa memilih kegiatan Full Body Rafting dengan panjang rute pengarungan sejauh ± 5km yang dapat ditempuh selama 3-4 jam. Jika wisata perahu Green Canyon memulai start dari dermaga Ciseureuh, aktivitas Body Rafting ini dimulai dari hulu sungai Cijulang. Menuju ke titik start anda akan diantar dengan kendaraan pick up, melewati jalan kebun dan bukit hingga sampai ke titik start Guha Bau.

Cukup banyak tersedia jasa pemandu atau operator Body Rafting di Green Canyon yang syukurnya masih didominasi oleh pengelola (masyarakat) lokal, sebut saja Janggala Adventure, Xali-Xali dan Guha Bau Body Rafting. Diantara operator sudah memegang komitmen yang sama untuk masalah harga demi menjaga persaingan yang sehat. Dengan minimal 10 orang tiap sesi anda cukup membayar sebesar Rp. 200.000,-/orang sudah lengkap dengan makan siang, perlengkapan standar dan dua orang pemandu.

Aktivitas Perahu dan Body Rafting di Green Canyon dibuka setiap hari mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB dan libur (tutup) pada setiap hari Jum’at
Tidak mutlak harus bisa berenang untuk Body Rafting, tapi kemampuan berenang akan sangat bagus untuk membantu menjaga kepanikan dan keseimbangan saat memasuki jeram, dan mutlak wajib menggunakan pengaman diri meskipun mahir berenang untuk mengurangi resiko terbentur dan demi kenyamanan. Mengarungi sungai Cijulang hingga Green Canyon dengan Body Rafting akan dibagi dengan dua tahap dan istirahat pada pertengahan jarak untuk menghangatkan badan dengan snack dan minuman hangat, sekaligus memulihkan kondisi karena capek dan kedinginan.

Disamping melakukan Body Rafting, aktivitas yang tak kalah menantangnya dan digemari hampir semua orang adalah loncat dari batu dan tebing. Ketinggian sangat bervariasi dari 5 meter hingga 10 meter lebih.

Tips Wisata Body Rafting di Green Canyon
+ Sediakan sopir cadangan, Jika anda membawa kendaraan pribadi, perjalanan menuju Green Canyon sangatlah panjang dan melelahkan. Pastikan anda memiliki sopir cadangan dalam satu kendaraan, kondisi yang harus diperhatikan adalah saat perjalanan pulang selepas Body Rafting.

+ Pilih waktu yang tepat di musim kemarau, jika hujan deras semalaman akan terjadi luapan air sungai dan meningkatkan debit Green Canyon, sampai batas tertentu semua aktivitas di Cukang Taneuh akan distop demi keamanan. Umumnya akan dialihkan kegiatannya ke Green Valley – Gua Citumang yang lebih aman saat banjir.

+ Booking Tiket sebelumnya, disaat weekend, liburan Nasional atau liburan sekolah. Green Canyon sarat dengan pengunjung Nusantara, sebaiknya anda memesan tiket sebelum berangkat karena pada tiap harinya tiket Green Canyon hanya dijual sebanyak 500 lembar tidak lebih.

+ Jadwalkan kegiatan paling pagi, khusus untuk Body Rafting untuk menghindari kepadatan pengunjung, memilih jadwal paling pagi sangat disarankan. Anda akan lebih leluasa dan nyaman menikmati petualangan dan pesona Green Canyon.

+ Sarapan dulu sebelum Body Rafting, selama 3 jam lebih energi dan fisik anda akan habis untuk menahan dingin dan sejuknya sungai Cijulang, sarapan pagi yang cukup bisa mencegah kram dan kehabisan tenaga saat Body Rafting.

+ Berangkat bersama Rombongan, tentu lebih meringankan dari pada sendiri atau berduaan. Sewa satu perahu bisa dibagi berlima tentu lebih ringan dari sisi anggaran. Body rafting akan lebih menarik sebagai aktivitas kelompok, lebih seru jika rame-rama.

+ Sediakan uang cash yang cukup, satu-satunya alat pembayaran yang bisa dilakukan disini adalah uang cash, di lokasi wisata ini belum terdapat ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Anda bisa melakukan tarik tunai terakhir di SPBU sebelum Green Canyon.

+ Alat Dokumentasi, yang jangan sampai ketinggalan selain pakaian ganti adalah perangkat untuk merekam kegiatan anda selama body rafting, tentu pilih kamera yang tahan air.


Fasilitas Wisata di Green Canyon
Fasilitas parkir untuk kendaraan cukup memadai, mulai untuk kendaraan roda dua hingga bus besar. Lahan yang luas bisa menampung cukup banyak kendaraan anda, meskipun pada saat liburan nasional atau sekolah Green Canyon sangat rame dan padat pengunjung, lahan parkir dapat menampung secara maksimal.

Diareal parkir juga tersedia cukup banyak kamar mandi umum, yang bisa anda pergunakan untuk bilas selepas aktivitas Body Rafting. Toko makanan dan minuman berjajar disepanjang area, yang menawarkan aneka menu masakan mengundang selera. Anda tinggal memilihnya sesuai selera dan budget. Jika membawa rombongan cukup banyak dan memerlukan restauran yang bisa menampung banyak orang, anda bisa memilih restauran yang ada di sepanjang jalan Green Canyon, ± 500 meter sudah tersedia beberapa restauran lokal yang siap menampung peserta dalam jumlah besar.


Penginapan di Green Canyon
Jika anda datang dari Jakarta atau Bandung dan sekitarnya , sangat disarankan merencanakan perjalanan wisata ke Green Canyon setidaknya menginap satu malam, untuk menghemat tenaga karena waktu tempuh yang cukup panjang juga lebih leluasa bisa menikmati destinasi lainnya yang tidak jauh dari lokasi Green Canyon, salah satunya adalah pantai Batu Karas yang bisa dicapai hanya 15 menit menggunakan kendaraan.
Pondok Cowet Batu Karas , salah satu alternatif penginapan yang tidak jauh dari Cukang Taneuh . Di Green Canyon tidak tersedia banyak pilihan hotel seperti halnya di Pangandaran, anda bisa mencari Homestay, beberapa rumah masyarakat yang menyewakan salah satu kamar atau rumahnya untuk penginapan dengan harga terjangkau, dengan kisaran sewa homestay satu rumah dengan beberapa kamar dan dapur sebesar Rp. 500.000,-/malam. Dengan layanan kekeluargaan anda juga bisa memesan langsung kebutuhan makanan selama berada di Green Canyon.

Alternatif lainnya adalah menginap di Pangandaran yang menyediakan cukup banyak pilihan lokasi untuk bermalam, mulai dari homestay, losmen, villa dan hotel berbintang. Jika menginap di Pangandaran, rencanakan pagi-pagi sekali untuk berangkat ke Green Canyon.

Pilihan yang menarik untuk menginap dan tidak jauh dari Green Canyon adalah di pantai Batu Karas, disamping sebagai tempat menginap, anda juga mendapatkan pemandangan pantai dengan ombaknya untuk berlatih berselancar (surfing). Pantainya cukup tenang dan sunyi, malah lebih sering terlihat pelancong dari mancanegara berada di lokasi ini dengan alasan mencari ketenangan dan berburu ombak untuk aktivitas surfing.

Transportasi Menuju Green Canyon
Dari Jakarta atau Bandung, rute utama menuju Green Canyon adalah ke arah Pangandaran. Anda dapat menggunakan pesawat kecil, bus atau kendaraan pribadi. Jika menggunakan transportasi umum, dari terminal Pangandaran dilanjutkan dengan minibus menuju terminal Cijulang dan selanjutnya dapat menggunakan ojeg yang mangkal disekitarnya.

Dari Jakarta, Pangandaran dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi sekitar 6-8 jam dengan jarak 358 km melalui rute Bandung – Tasikmalaya – Banjar – Pangandaran. Menghindari jenuh karena lamannya perjalanan, umumnya ditempuh pada malam hari, berangkat dari Jakarta selepas pukul 21.00 dan sampai di pantai Pangandaran lebih pagi sambil menyongsong terbitnya Matahari di tepi pantai timur Pangandaran.

Meskipun jalur selatan lebih pendek, rute ini tidak disarankan untuk anda. Kondisi jalan rusak parah dan aktifitas truk pengangkut pasir menambah kepadatan jalan sehingga memakan waktu lebih lama dari jarak yang diperhitungkan.
Angkutan Umum, Menggunakan Bus dari Kampung Rambutan Jakarta (± 358 km) langsung menuju terminal Pangandaran yang berangkat hampir setiap jam dari pagi. Dari Bandung ± 236 km, naik Bus Budiman dengan rute Bandung – Tasikmalaya – Banjar – Pangandaran, pilihan lain bisa juga naik Elf.
Dari Yogyakarta± 380 km naik Bus jurusan Yogyakarta-Cilacap-Kalipucang-Pangandaran
Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *