Foto: Flickr/ferruginouz)

Tidak boleh akui pernah ke kota lama Semarang bila tidak menyaksikan Gereja Blenduk. Gereja tua itu memiliki kubah warna merah bata yang menonjol, kontras dengan tubuh gereja yang putih bersih. Tidaklah aneh, keindahannya membuat gereja itu jadi salah satunya simbol kota lama Semarang.

Nama aslinya GPIB Immanuel Semarang. Dia dibuat pada 1753 dan sebagai salah satunya gereja Kristen paling tua di Indonesia. Arsitekturnya yang berpenampilan neo-gothik memperlihatkan ada sentuhan Eropa dalam proses kontruksinya.

Yang paling unik dari gereja itu kubahnya, hingga disebutkan oleh masyarakat sekitaran jadi Blenduk. Berlainan dengan gereja biasanya, atapnya berupa dome yang dilapis perunggu. Bangunannya berupa heksagonal atau sisi delapan.

Gereja ini pertama kalinya dibuat oleh bangsa Portugis yang waktu itu menempati Semarang. Awalannya berbentuk rumah pentas ciri khas arsitektur Jawa. Rumah pentas tersebut lantas dibongkar pada 1787. Pada 1894, arsitek asal Belanda H.P.A. de Wilde dan Westmas menambahkan dua menara dan melakukan renovasi atapnya jadi kubah.

Masuk di dalam gereja, kamu akan sadar interiornya tidak kalah elok. Barisan bangku jamaah yang berupa classic terlihat seirama dengan keramiknya yang warna kuning, hitam, dan cokelat. Di situ kamu bisa juga menyaksikan organ pipa Baroque yang dari 1700-an dan masih terlihat cantik.

Gereja Blenduk sudah jadi bangunan cagar budaya. Maknanya, wujud asli gedung itu jangan diganti. Pelancong bisa masuk di dalam gereja bila tidak ada acara kebaktian, dengan bayar retribusi.

Senang berkeliling-keliling Gereja Blenduk, kamu dapat istirahat di Taman Srigunting. Taman itu disanggupi beberapa pohon yang teduh untukmu mempersejuk diri dari cahaya matahari di Semarang yang panas. Kamu dapat istirahat sekalian nikmati kulineran ciri khas Semarang yang dipasarkan banyak pedagang kaki lima di seputar situ, seperti pisang plenet, lumpia, dan sebagainya.

Kamu bisa juga berkeliling-keliling sisi lain Kota Lama Semarang yang tidak kalah menarik. Salah satunya ada Gedung Jiwasraya, gedung Marba, kantor Kerta Niaga, sampai Stasiun Tawang.

Siap untuk berpetualang di Gereja Blenduk?

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *