Embung-Nglanggeran-Jogja

Hai kawan – kawan cakrawala, kita punya rekomendasi tempat liburan yang cocok buat keluarga.Buat ngajak pasangan juga bisa.

Sejak diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada 2013 silam, objek wisata Embung Nglanggeran menjadi destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Bumi Handayani. Selain embung (telaga tampungan air), pemandangan gunung api purba menjadi pesona yang ditawarkan oleh objek wisata tersebut.

Dulunya di daerah Nglanggeran ini hanya sebuah perbukitan, namun berkat peran dari pemerintah dan masyarakat sekitar bukit tersebut disulap menjadi sebuah embung yang berada tepat di atas bukit.

Embung Nglanggeran merupakan waduk buatan seluas 0,34 hektare yang dibangun untuk menampung air hujan. Air telaga ini lantas digunakan untuk sarana pengairan di area perkebunan sekitar.

Selain untuk pengairan, telaga ini juga dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Itu karena keindahan panorama yang dapat disaksikan dari embung berketinggian sekitar 495 meter di atas permukaan laut ini.

Tiket Masuk Embung Nglanggeran
Objek wisata ini memiliki dua jenis tiket masuk, yakni tiket khusus siang hari dan tiket khusus malam hari. Harga tiket untuk malam hari relatif lebih mahal lantaran pemandangan yang tersuguh di objek wisata tersebut saat malam hari jauh lebih memukau.

Harga Tiket Masuk
Siang hari Rp10.000
Malam hari* Rp15.000
*Harga di atas berlaku untuk wisatawan lokal, sedangkan untuk wisatawan mancanegara, baik siang hari maupun malam hari, tarifnya sama, yakni Rp15.000 per orang.

Indahnya Telaga Embung Nglanggeran Yang Berpagar Gunung Purba
Telaga-embung-ngaleran-diantara-pegunungan-Embung Nglanggeran dibangun di celah-celah perbukitan yang berada di kompleks Gunung Api Purba Nglanggeran. Tak heran jika pesona alam di objek wisata ini terbilang komplet, mulai dari hijaunya perbukitan, hawa yang sejuk, hingga hijaunya air telaga dan eksotisnya matahari terbenam.

Dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi dari gunung Api Purba Nglanggeran bakal membuat siapa pun terpesona. Saat pagi hari, meski wisatawan tak bisa menyaksikan keindahan matahari terbit, namun panorama telaga dengan latar lembah hijau berkabut, terlihat sangat memukau untuk diabadikan jepretan kamera.

Eksotisme Tebing Rekasasa
tebingSaat berada di sekitar embung, wisatawan akan menyaksikan deretan dinding-dinding tebing raksasa. Tebing-tebing itu merupakan deretan gunung api purba yang ada di kawasan Nglanggeran.

Di sisi utara, tampak formasi batuan yang eksotis dengan latar depan Embung Nglanggeran yang terlihat bagai kolam raksasa. Sementara di sisi selatan, hamparan Kabupaten Gunungkidul tampak membentang begitu luas.

Terlihat pula pegunungan di ujung selatan yang memanjang bagai benteng raksasa. Meski dikepung beberapa bukit, ufuk barat masih bisa disaksikan. Musim kemarau adalah saat yang tepat untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam tanpa terhalang oleh bukit.

Spot Foto yang Instagramable
instagramableAir telaga yang hijau berpadu dan cerahnya langit musim kemarau, menjadi sajian alam yang superlengkap. Belum lagi jika dipadukan dengan hijaunya perbukitan dan kokohnya tebing di kompleks gunung api purba.

Pesona alam itulah yang menjadi target bidikan kamera para wisatawan. Tentunya, pemandangan yang memukau tersebut bisa menjadi konten menarik di akun media sosial milik pengunjung.

Waktu yang tepat untuk memotret saat petang di Embung Nglanggeran adalah sekitar pukul 18.15 WIB. Itu karena langit belum terlalu gelap sehingga masih menyisakan sedikit warna biru dan oranye di cakrawala barat untuk menghias jepretan foto.

Keliling di Kebun Masyarakat
area-sawah-embung-ngaeran-Kawasan embung Nglanggeran dikelilingi oleh perkebunan bunga dan buah yang ditanam oleh penduduk sekitar. Kebun buah yang luasnya lebih dari 18 hektare tersebut menawarkan komoditas utama tanaman buah durian montong dan kelengkeng.

Meski demikian, ada juga beberapa jenis buah lain seperti rambutan, alpukat, dan kakao. Oleh warga setempat, kebun buah ini sering disebut sebagai kebun buah Nglanggeran.

Bersantai bersama Keluarga
Saat merasa lelah berkeliling sekitar embung, wisatawan bisa beristirahat sembari bercengkerama dengan kerabat dan menikmati semilir angin. Untuk itu, pengelola embung sudah menyediakan gazebo-gazebo yang ada di sudut objek wisata itu.

Air Telaga yang Hijau
Ada yang unik dengan Embung Nglanggeran. Jika biasanya air telaga berwarna kebiruan, tidak dengan air di Embung Nglanggeran yang berwarna hijau.

Jangan khawatir, meski berwarna hijau, bukan berarti ada yang tidak beres dengan air di embung tersebut. Hijaunya air embung disebabkan oleh hamparan lumut yang ada di sepanjang dinding dan dasar embung itu.

Fasilitas Di Embung Nglanggeran
Kawasan Embung Nglanggeran kini dilengkapi dengan beragam fasilitas, mulai dari undakan tangga menuju ke bukit, lahan parkir yang luas, toilet, masjid, hingga warung. Tak hanya itu, beberapa saung dan gardu pandang juga telah dibangun di sekeliling embung, sehingga wisatawan dijamin betah berlama-lama berada di tempat ini.

Rute Dan Lokasi Menuju Embung Nglanggeran
Objek wisata Embung Nglanggeran berada di Dusun Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Lokasinya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari arah tenggara Pendoko Kalisong dan gerbang masuk wisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Dari Kota Jogja, wisatawan bisa memilih jalur Jogja-Wonosari. Setelah melewati tanjakan berkelok Bukit Bintang, silakan berbelok ke kiri menuju Desa Ngoro-oro. Setelah berada di desa itu, silakan terus mengikuti jalan tersebut. Namun yang perlu diperhatikan oleh wisatawan, akses menuju ke Embung Nglanggeran terbilang cukup rumit karena melintasi jalan desa.

Jika ingin mengetahui info wisata lebih lengkapnya bisa cek website https://cakrawalatour.com

Selamat Berlibur !


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *