Kemegahan-Candi-Brahu-di-tengah-Hijaunya-Rerumputan.-640x427Indonesia pada masa lalu merupakan negara dengan banyak kerajaan. Meski sekarang sistem itu sudah digantikan, namun peninggalan kerajaan masa lalu masih tetap ada. Salah satunya adalah candi-candi yang berdiri kokoh di seluruh Nusantara. Candi Brahu, menjadi salah satu bukti peninggalan kerajaan pada masa lalu.
Objek wisata candi ini berada di kawasan kompleks percandian di Mojokerto. Menurut pendapat ahli, bangunan ini menjadi candi yang paling tua dibandingkan candi lainnya di Trowulan. Candi ini merupakan candi peninggalan Buddha, yang dibuktikan dengan bentuk candi serta benda peninggalannya.

Harga Tiket Masuk Candi Brahu
Untuk masuk ke Candi Brahu, pengunjung harus membayar sejumlah tiket. Namun tenang saja, tarif yang dikenakan tidaklah mahal. Serta tidak dibedakan antra pengunjung dewasa dan anak – anak, maupun domestik dan mancanegara.

Harga Tiket Masuk
Tiket masuk Rp3.000

Jam Operasional
Untuk masuk objek wisata ini, pengunjung dapat mulai mengunjungi sejak pagi hari. Bahkan, beberapa pengunjung sengaja datang sebelum matahari terbit untuk menyaksikan sunrise. Namun ketika gerbang belum dibuka, pengunjung dapat menyaksikan sunrise dari luar pagar.

Jam Operasional
Setiap hari 08.00 – 16.00 WIB

Kemegahan Bangunan Candi Brahu

Candi Brahu tidak seperti Candi Borobudur atau Prambanan yang terdiri dari banyak candi. Di sini hanya terdiri dari satu buah candi yang tingginya mencapai 20 meter. Selain itu candi ini memiliki ukuran panjang sekitar 22 meter dan lebar 18 meter. Dengan bahan bangunan terbuat dari batu bata merah dan bentuknya bersudut – sudut.

Bangunan candi berada di tengah hamparan rumput hijau yang luas dan bersih. Ditambah lagi, pepohonan yang tumbuh di sekitar candi membuat udara menjadi sejuk.

Pengunjung juga dapat duduk santai di bangku bawah pohon sekitar candi. Sambil menyaksikan kemegahan candi dan lalu lalang pengunjung lain berfoto di sekitar candi.

Rapinya taman juga didukung dengan pengelolaan yang baik. Termasuk juga wisatawan yang sadar akan kebersihan serta saling menjaga kelestarian lingkungan sekitar candi.

Lapangan hijau indah ini sangat pas berpadu dengan warna merah bata dari Candi. Membuatnya sangat menarik ketika diabadikan dalam foto.

Bentuk Fisik Candi Brahu
Bentuk-Fisik-Candi-Brahu.-e1578321047343-640x480

Candi Brahu memiliki bentuk fisik yang tinggi dengan bahan bangunan dari batu bata. Nama Brahu sendiri diperkirakan berasal dari kata ‘Wanaru’ atau ‘Warahu’, yaitu nama sebuah bangunan suci.

Bangunan ini disebutkan dalam prasasti tembaga ‘Alasantan’ yang ditemukan 45 meter di sebelah barat candi. Candi ini sendiri merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, yang kala itu menjadi pusat kerajaan di Trowulan.

Banyak benda kuno yang ditemukan di sekitar candi, seperti alat upacara logam, perhiasan, serta arca. Semuanya merupakan ciri – ciri ajaran Budha, ditambah lagi fisik candi yang merupakan gaya bangunan Budha.

Hal ini memperkuat bukti bahwa Candi Brahu merupakan candi peninggalan agama Budha. Yang mana diperkirakan telah ada sejak abad ke 15 masehi. Bangunan candi menghadap ke arah barat, dengan bentuk persegi panjang seluas 18 x 22 meter.

Bentuk tubuh candi tidak tegas, melainkan melekuk ke dalam seperti pinggang. Meskipun berbentuk persegi panjang, namun sudutnya tidak tegas, melainkan bersudut banyak, tumpul, dan berlekuk. Atap candi memiliki banyak sudut dengan puncak yang datar khas bangunan candi Budha.

Bentuk Fisik Bagian Bawah Candi
Candi-Brahu-di-Malam-Hari.-640x427

Bangunan kaki candi bersusun dua. Dimana bagian bawah memiliki tinggi kurang lebih 2 meter, dengan tangga di sisi barat. Pada bagian selasar memiliki lebar kurang lebih 1 meter dan mengelilingi tubuh candi.

Dari selasar pertama terdapat tangga dengan tinggi 2 meter menuju selasar kedua. Pada bagian selasar kedua inilah berdiri tubuh candi. Di sisi barat terdapat lubang semacam pintu dengan ketinggian kurang lebih 2 meter dari selasar kedua.

Pengunjung tidak dapat menuju ruangan tubuh candi karena tidak adanya tangga akses menuju ke sana. Menurut cerita, dalam ruangan tubuh candi cukup luas dengan daya tampung sekitar 30 orang.

Wisatawan akan takjub ketika memasuki candi, yang mana banyak terdapat relief khas kisah masa lalu. Susunan bata pada candi pun diatur sedemikian rupa sehingga membentuk gambar berpola geometris. Sehingga menghasilkan lekukan – lekukan indah yang menambah kesan estetis dari candi.

Sunrise di Candi Brahu
Aktivitas di wisata candi biasanya dimulai pukul 8 pagi. Namun, beberapa wisatawan sengaja datang ketika fajar untuk dapat menyaksikan matahari terbit.

Biasanya, pengunjung akan duduk di balik pagar untuk dapat menyaksikannya. Atau pengunjung dapat meminta izin pengelola jika ingin mengambil gambar matahari terbit di Candi Brahu. Matahari terbit di sini begitu indah.

Muncul perlahan dari belakang Candi Brahu. Perlahan menyemburkan rona cerah kuning keemasan. Menyinari bagian belakang candi yang membuat bagian depan tampak bersiluet.

Daya Tarik Candi Brahu
Wisata Candi Brahu memang dikhususkan untuk wisata sejarah. Oleh karena itu, aktivitas utama di sini adalah mengamati sejarah kejayaan kerajaan masa lalu. Selain itu, daya tarik lainnya yaitu berfoto di depan candi.

Dimana kawasan candi sangat indah dijadikan objek untuk berfoto. Spot foto yang disukai wisatawan adalah pada bagian depan pintu candi. Dimana pada bagian ini terdapat jalan masuk ke arah candi. Di sinilah spot foto sempurna, karena dari sini pengunjung tepat berada di tengah – tengah candi.

Lokasi Candi Brahu
Objek wisata ini berada di Jalan Candi Brahu No.73, Siti Inggil, Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Lokasi candi berjarak kurang lebih 14 kilometer dari pusat kota Mojokerto. Bisa ditempuh dalam waktu 20 menit berkendara.

Jika ingin mengetahui info wisata lebih lengkap bisa cek website http://Cakrawalatour.com

Selamat Berlibur!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *