Batam bukan hanya menjadi kota yang gemerlap ketika malam. Kota yang berada di perbatasan Republik Indonesia ini juga punya destinasi wisata sejarah yang terkenal, Kampung Vietnam namanya. Destinasi di Pulau Sumatera ini berada di Pulau Galang yang berjarak sekitar 50 km dari Kota Batam dan dapat ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan.

Kampung Vietnam ini adalah kamp pengungsian warga Vietnam ketika Perang Vietnam berkecamuk. Destinasi wisata sejarah di Batam ini menyimpan bangunan-bangunan milik rakyat Vietnam, dan menjadi saksi bisu tentang kehidupan para pengungsi pada masa lalu.

Sejarah Kampung Vietnam

Saat berkunjung ke tempat bersejarah ini kamu akan menjumpai bangunan gereja tua, vihara, barak pengungsian, penjara, hingga patung Buddha tidur. Beberapa bangunan yang ada di tempat ini memang sudah menjadi puing-puing, seperti rumah sakit dan penjara.

Dalam catatan sebuah buku, manusia perahu Vietnam datang ke Indonesia dikarenakan situasi politik di Vietnam saat itu. Setelah kemenangan Komunis dan jatuhnya Saigon pada April 1975, puluhan ribu orang Vietnam pergi dari negaranya untuk mencari suaka.

Pasalnya, mereka khawatir akan diperlakukan dengan buruk oleh kepemimpinan yang baru. Akhirnya mereka memilih kabur dari negaranya dengan menggunakan perahu ke berbagai negara. Karena itulah, mereka mendapat julukan manusia perahu.

Pada 19 Mei 1975, sekitar 97 orang manusia perahu dari Vietnam masuk ke Indonesia. Sedangkan menurut data PBB pada tahun 1979, ada 43.000 manusia perahu di Indonesia. Lantas, pemerintah Indonesia pun mengambil tindakan dan memilih Pulau Galang di Riau sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi sebanyak 10.000 orang.

Pulau Galang dipilih karena letaknya yang strategis, yaitu hanya berjarak 7 km dari Pulau Batam dan luasnya yang mencapai 80 km persegi. Penempatan para pengungsi ini juga bertujuan untuk memisahkan mereka dengan masyarakat lokal dan meminimalisir pembaruan aktif.

Letak Kampung Vietnam

Kampung Vietnam berada di Pulau Galang atau sekitar 50 km dari pusat Kota Batam. Kamu bisa menuju tempat ini dengan berkendara dan menyeberang Jembatan Barelang yang menjadi penghubung antara Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rembang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. Tapi kalau kamu malas mengendarai kendaraan pribadi, ada juga kok angkutan umum berupa Metro Trans rute Jodoh-Galang dengan tarifnya yang terjangkau.

Tempatnya Yang Terawat

Destinasi wisata di Riau ini memang sedikit terpencil, tapi hal tersebut tidak membuat Kampung Vietnam sepi dari kunjungan wisatawan. Rasa ingin tahu yang besar dari para pengunjung mengenai sejarah dari Kampung Vietnam serta keunikan apa saja yang ada di dalamnya, membuat tempat wisata di Bata mini selalu ramai dikunjungi.

Memang sayang sekali rasanya kalau tempat ini justru terkenal akan cerita angker dan horornya. Sebagian besar bangunan dan isi kampung yang terawat memang layak untuk didatangi. Bangunan tempat ibadah di area ini menjadi gambaran uniknya kepercayaan dan toleransi dari para pengungsi yang pernah meninggali tempat ini.

Dari ulasan di atas, kita jadi makin tahu kan kalau Indonesia bukan hanya dianugerahi alam yang mempesona. Namun juga punya nilai sejarah yang kental dan patut untuk disimak, karena dari sejarah itulah kita bisa belajar agar kejadian buruk di masa lalu tidak terulang Kembali di masa sekarang maupun masa depan.

Dari Kampung Vietnam ini pula kita bisa belajar tentang rasa toleransi antar sesame. Karena di area yang tidak terlalu luas ini, dulunya warga yang pergi dari Vietnam bisa tinggal dengan damai walaupun ada perbedaan keyakinan di antara mereka.

Nah, itulah sekilas sejarah dan cerita unik di balik Kampung Vietnam. Destinasi wisata sejarah ini sudah selayaknya masuk ke dalam list destinasi liburanmu ketika berkunjung ke Pulau Sumatera. Selain merefresh diri, kamu juga bisa menambah wawasan dan belajar tentang sejarah di masa lalu.  Tunggu apalagi? Yuk catat daftar kunjungan di Batam sekarang juga! Masih punya list detinasi yang ingin di ulas pada artikel selanjutnya? Jangan lupa share di kolom komentar ya.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *