4. Beijing Road

Inilah jalan tersibuk di Guangzhou. Namanya Beijing Road. Destinasi wajib bagi siapapun yang sedang berlibur ke Guangzhou.

Beijing Road adalah kawasan dimana para pejalan kaki tumpah ruah mengunjungi toko-toko yang buka dari pukul 9 pagi hingga 10 malam. Terletak di Distrik Yuexiu, Beijing Road adalah jalan yang tidak pernah sepi di kedua sisinya. Itu sebabnya tempat ini disebut dengan denyut nadi perekonomian Guangzhou.

Semua daya tarik Guangzhou terekam dengan jelas di Beijing Road. Ada jalan-jalan kuno peninggalan Dinasti Song dan Yuan dari abad 11 hingga 14. Selain itu, tentu saja deretan toko yang menjual berbagai macam barang, pusat pertokoan, penjual makanan ringan khas Cina dan masih banyak lagi.

Toko-toko pakaian merek terkenal berbaur menjadi satu dengan penjual baju berharga murah.

3. Dihua Street

Pernah dijajah oleh berbagai bangsa membuat Taiwan mempunya sejarah yang panjang. Dalam perjalanannya, banyak sekali gedung-gedung yang dibangun yang lantas menjadi saksi bisu sejarah. Banyak diantaranya yang sudah hancur tak bersisa. Namun bagi beberapa yang masih berdiri, pemerintah Taiwa terus berusaha merestorasinya untuk mengingat masa lalu dan melestarikan situs sejarah.
Dihua Street di Taipei adalah salah satu situs tersebut. Jalanan tua ini dikenal juga dengan nama Centre Street. Pertama kali dibangun pada tahun 1850 an ketika para saudagar pindah ke sana. Sejak itu dan selama abad 19, Dihua Street menjadi pusat perdagangan produk-produk asli Taiwan seperti obat-obatan herbal, kain, material pembuat dupa serta pemrosesan teh.
Selama jaman kolonial Jepang, Dihua Street terus berjaya. Para pengusaha kaya dari Jepang membangun rumah mereka di sana. Di tahun 1910, Jepang mulai memperbaiki Centre Street dan mengganti namanya menjadi Eirakucho. Perannya dalam perdagangan di Taiwan baru mulai berubah ketika industri berkembang di Taiwan.

2. Pingxi Railway Line

Pingxi dulunya merupakan daerah pegunungan dengan hasil pertanian berupa ubi, teh dan pohon kamper.  Sampai pada akhirnya ditemukan tambang batubara yang mengubah semuanya. Kota kecil yang tenang tersebut berubah menjadi sentra peghasil batubara dengan produksi tinggi tiap tahunnya. Sebagai jalur transportasi, sebuah jalur kereta dibangun. Jalur itulah yang sekarang dikenal dengan nama Pingxi Railway Line.
Pingxi Railway Line tidak lagi digunakan untuk mengangkut hasil tambang. Sejak tahun 1992, jalur perjalanan sepanjang 13 Kilometer tersebut digunakan sebagai jalur wisata. Para turis dari penjuru Taiwan maupun para pelancong dari luar negeri berbondong-bondong untuk naik kereta menyusurinya.
Saat Anda di Taiwan, luangkanlah satu hari penuh untuk melakukan perjalanan ke Pingxi. Hal tersebut karena banyak tempat yang bisa diekplorasi. Untuk naik kereta Pingxi, Anda harus menuju Stasiun Ruifang (40 menit dari Taipei Main Station) terlebih dahulu. Dari sana, barulah Anda bisa naik kereta Pingxi Line. Tak perlu khawatir salah naik kereta. Pingxi Line adalah kereta turis yang didesain berwarna warni sehingga tak mungkin terlewatkan.

1. Nanjing Road

Nanjing Road, merupakan surga belanja bagi para wisatawan maupun warga lokal. Jalan sepanjang 3,4 km dimulai dari The Bund di sebelah timur hingga berakhir di ujung barat persimpangan Jing’an Temple dan Yan’an West. Anda dapat menemukan beragam toko yang menjual berbagai kebutuhan fashion, kuliner khas, dan berbagai macam buah tangan.
Setelah Perang Opium berakhir pada tahun 1842, Shanghai kemudian menjelma jadi kota pelabuhan. Dengan dijadikannya Shanghai sebagai kota pelabuhan, maka banyak pedagang yang melakukan transaksi jual beli di sini. Para pedagang dari Inggris yang pertama kali memilih daerah Nanjing Road sebagai tempat untuk melakukan aktivitasnya, yang kemudian mendatangkan beragam barang – barang impor dari negerinya. Sejak saat itulah, Nanjing Road menjelma sebagai pusat perdagangan di Shanghai.
Saat ini Nanjing Road tidak hanya didominasi toko – toko busana, tetapi juga terdapat juga hotel, gedung pertunjukkan, restoran, dan lain – lain yang tentu saja menambah kenyamanan dalam menikmati kunjungan di sini.

Pembaca Juga Mencari Info:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *