image by disparbud.jepara

Pantai Tirto Samudro atau yang dikenali oleh warga umum dengan panggilan Pantai Bandengan berada 7 km samping utara dari pusat perkotaan. Pantai yang airnya jernih dan berpasir putih ini benar-benar pas untuk posisi mandi, sedang untuk bilasnya telah banyak tempat basuh. Seringkali beberapa pelancong yang tiba ke objek rekreasi ini menyengaja lakukan mandi laut. Umumnya saat yang paling dicintai ialah di saat pagi hari dan ketika sore mendekati senja di mana akan terlihat pemandangan sunset yang memikat.

Di posisi ini juga kita bisa santai riang dan sekedar duduk di atas shelter sekalian nikmati sepoi-sepoi angin pantai dan udara yang alami (tanpa pencemaran). Teritori objek rekreasi yang lahannya lumayan luas (+ 16 hektar) dan sejumlah besar banyak rerimbunan beberapa pohon pandan ini pas untuk aktivitas remaja seperti kemping, volley pantai, sepeda rileks atau beberapa kegiatan sama yang lain. Disamping itu juga dalam tempat objek rekreasi ini kerap dipakai sebagai gelaran moto cross dan festival layang-layang baik regional, nasional atau internasional. Objek rekreasi ini bisa di capai dengan gampang oleh kendaraaan umum, karena telah ada prasarana jalan beraspal yang bisa dilakukan seputar 10 Menit memakai transportasi Sepeda motor /Mobil. saat ini telah dibuat jalan tembus lewat kompleks stadion Gelora Bumi Kartini hingga jarak tempuhnya makin dekat.

Kecuali nikmati keelokan pantai, pengunjung bisa melakukan aktivitas di laut dengan bermain jetski, banana boat, kano, dan berenang menggunakan pelampung ban beragam warna, atau naik kapal rekreasi memiliki 30 orang ke arah Pulau Panjang. Rutinitas di pinggir pantai salah satunya membuat istana pasir dan berpetualang dengan kendaraan ATV.

Untuk pengunjung yang ingin menelusuri teritori Objek Rekreasi Pantai Bandengan bisa berkeliling-keliling dengan memakai kendaraan individu atau kereta rekreasi. Dalam Objek Rekreasi ini lebih banyak ditemui Warung makan yang menyuguhkan makanan menu seafood seperti ikan, udang, cumi-cumi, kerang, dan kepiting / rajungan.

FASILITAS

Di Objek rekreasi ini ada gedung serbaguna yang dapat dicarter untuk aktivitas (gathering/tatap muka, pernikahan, dan lain-lain). Dalam objek rekreasi ini ada 5 Pemondokan dan di luar objek rekreasi ada 7 pemondokan hingga mempermudah untuk pelancong ingin bermalam idak jauh dengan posisi objek rekreasi ini.

Untuk masuk Objek rekreasi ini, berikut harga ticket masuknya https://disparbud.jepara.go.id/2018/11/htm-obyek-wisata/

Ada juga kapal “Rekreasi Bahari” penyebrangan ke Pulau Panjang, dengan mengambil kantong Rp 20.000/orang kita telah memperoleh sarana penyebrangan ke pulau panjang PP (Pulang – Pergi)

HISTORI

Berdasarkan catatan riwayat, pantai Bandengan rupanya masihlah berkaitan kuat dalam kehidupan Pahlawan Nasional yang figur emansipasi wanita yakni RA Kartini. Pantai ini simpan banyak masa lalu manis buat putri Adipati Jepara saat itu. Gadis yang gesit dengan panggilan TRINIL ini saat kecilnya sering kali berekreasi ke pantai ini bersama Bangsawan Hindia Belanda yakni Ny. Ovink Soer (Isteri orang kepercayaan residen) bersama suaminya. Di saat berlibur pertama mendekati peningkatan kelas, mereka selalu ajak RA Kartini dan adik-adiknya Roekmini dan Kardinah untuk nikmati keelokan situasi pantai. Kartini dan ke-2 adiknya mengikut Ny. Ovink Soer cari kerang sekalian berkejaran menghindar ombak yang meraih kaki mereka. Ke Kartini ditanya apa nama pantai itu. Di jawab dengan singkat “Pantai Bandengan” selanjutnya Ny. Ovink Soer menjelaskan di Holland juga ada pantai yang hampir serupa dengan Pantai Bandengan, cuman sedikit ada ketidaksamaan jika airnya dingin namanya SCHEVENINGEN. Secara spontan Kartini menyela “..jika demikian kita sebutlah saja Pantai Bandengan ini dengan “KLEIN SCHEVENINGEN”. Bermula dari hal di atas, karena itu sampai saat ini Pantai Bandengan populer dengan panggilan KLEIN SCHEVENINGEN (bahasa Belanda : KLEIN memiliki arti pantai dan SCHEVENINGEN yakni nama pantai di negeri Belanda).

Mendekati dewasa, RA Kartini kerap tiba ke pantai ini untuk merenung dan cari ide. Dalam keluh kesahnya yang kerap dikatakan melalui surat ke temannya, Stella di negeri Belanda, Kartini seringkali bercerita cantiknya Pantai Bandengan ini. Disamping itu Pantai Bandengan sebagai lokasi yang pernah memahat riwayat perjalanan harapan RA Kartini. Di sini RA Kartini dan Mr. Abendanon pernah berjumpa untuk melangsungkan perbincangan empat mata terkait dengan permintaannya untuk belajar pada negeri Belanda, walau pada akhirnya dengan cara resmi permintaannya ke pemerintahan Hindia Belanda diambil kembali dan ongkos yang telah disiapkan untuk RA Kartini dikasih ke pemuda asal Sumatera yakni Agus Salim (KH. Agus Salim).

Saat itu diceritakan jika objek rekreasi Pantai Bandengan mempunyai keterikatan dengan legenda asal mula Kepulauan Karimunjawa. Dalam legenda disebut karena akibat tergerak rasa sedih akan sikap anaknya yang nakal/bandel, karena itu Sunan Muria memerintah puteranya yakni Amir Hasan ke utara ke arah sebuah pulau yang terlihat “kremun-kremun” dari pucuk Gunung Muria. Keperginya ini dengan arah untuk perdalam sekalian meningkatkan pengetahuan agama. Nantinya pulau tujuan itu diberi nama Pulau Karimunjawa. Diperjalanan itu sampai juga Amir Hasan di pantai yang terdapat banyak paya-paya dan ikan bandeng. Sampai saat ini tempat ini diberi nama Dusun Bandengan dan pantai yang berada di dusun itu disebutkan juga Pantai Bandengan.

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *