Selain alam, Indonesia juga diberkahi dengan budaya yang beraneka ragam. Wisata budaya ini bukan saja bisa kamu temui di museum-museum, tapi juga ada bangunan asli yang di dalamnya menyimpan kisah hingga peninggalan masa lalu yang tak ternilai harganya. Dari sekian banyaknya destinasi wisata budaya di Indonesia, beberapa diantaranya ada di Pulau Kalimantan. Dan di bawah ini ada destinasi wisata budaya Kalimantan Tengah yang bisa menambah pengetahuanmu.

Wisata Budaya Kalimantan Tengah, Astana Al-Nursari

Berada di Jl. Merdeka, Kelurahan Kotawaringin Hulu, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat. Bangunan ini berupa rumah panggung yang bentuknya persegi empat panjang dengan kayu ulin sebagai bahan bangunannya. Astana Al-Nursari memiliki tiga bangunan yang dihubungkan oleh selasar yang menyatu dengan massa bangunan beratap tersendiri.

Di antara pertemuan atap bangunan tersebut terdapat talang air yang terbuat dari kayu ullin utuh yang bagian tengahnya dilubangi. Destinasi wisata budaya di Kalimantan Tengah ini diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 1867 M yang dibangun oleh Sultan Pangeran Paku Sukma Negara yang merupakan Sultan ke XII. Angka pembangunannya dapat diketahui dari prasasti yang terdapat di depan pintu masuk yang terbuat dari kayu ulin dan menggunakan Bahasa Melayu.

Astana Al-Nursari bukanlah sebuah istana yang digunakan sebagai pusat pemerintahan atau tempat tinggal raja. Melainkan, tempat tinggal kaum bangsawan keturunan Sultan Kotawaringin yang menetap di Kotawaringin Lama setelah ada perpindahan pusat kerajaan ke Pangkalan Bun.

Wisata Budaya Kalimantan Tengah, Masjid Kyai Gede

Masjid Kyai Gede berdiri di Desa Kotawaringin Hulu, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, lebih tepatnya di sebelah tenggara alun-alun. Masjid ini dikelilingi oleh pagar kayu setinggi 1,25 meter berbentuk bujur sangkar dengan tipe joglo. Masjid yang merupakan rumah panggung ini memiliki lantai dan dinding yang terbuat dari kayu ulin. Uniknya, di dalam bangunan terdapat 36 tiang yang memiliki tiga jenis dan masing-masingnya memiliki makna tersendiri.

Masjid yang dibangun pada tahun 1632 sampai 1680 ini keberadaannya tidak bisa lepas dari peran Kesultanan Banjar. Pada masa itu Kesultanan Banjar yang dipimpin oleh Sultan Mustain Billah didatangi oleh seorang ulama yang berasal dari Demak bernama Kyai Gede. Yang pada akhirnya Kiai Gede diberi gelar Adipati Gede Ing Kotawaringin dan diangkat menjadi adipati Patih Hamengkubumi oleh Pangeran Dipati Antikusuma.

Selain sebagai destinasi wisata religi di Kalimantan Tengah,masjid yang kaya akan nilai sejarah ini memang sudah selayaknya untuk dilindungi keberadaannya. Saksi bisu masa kerajaan di Indonesia ini bisa menjadi tujuan wisatamu ketika berlibur ke Kalimantan Tengah.

Rumah Pangeran Adipati Mangkubumi

Lokasinya terletak di Desa Raja, Kota Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Rumah tradisional ini terdiri dari lima bangunan, yaitu bangunan induk,  bangunan penerima tamu yang terlihat sangat mirip dengan pendopo, bangunan tempat tinggal pelayan, bangunan depan, dan bangunan dapur serta Gudang. Tidak seperti bangunan rumah para pangeran atau raja-raja lainnya yang kebanyakan memiliki desain ukiran dengan banyak hiasan. Rumah Pangeran Adipati Mangkubumi ini terkesan polos, dan satu-satunya hiasanya adalah ukiran berbentuk suluran yang berada di pinggiran pintu dan berwarna kuning keemasan, merah, dan hijau.

Rumah yang diperkirakan dibangun pada tahun 1850 ini adalah rumah pribadi peninggalan Ratu Kuning atau Ratu Adipati Mangkubumi yang juga merupakan warisan dari orang tuanya, yaitu Pangeran Ratu Anum Kesumayuda.

Selain memiliki sejarah erat dengan masa kerajaan di Kalimantan tengah, rumah ini juga punya kisa perjuangan pada masa kemerdekaan. Dimana pada masa revolusi antara tahun 1946 sampai 1949 rumah ini menjadi tempat persembunyian bagi para pejuang ekpedisi I. Terutama bagi pejuang yang berasal dari luar daerah dan akan melanjutkan perjalanan menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Ketiga peninggalan sejarah di Kalimantan Tengah tersebut tentu menjadi daya tarik yang mungkin saja tidak dimiliki oleh tempat-tempat lain. Sebagai generasi penerus, sudah seharusnya kalau kita ikut menjaga dan melestarikan kebudayaan negeri sendiri ya sobat cakrawala. Kamu punya rekomendasi tempat wisata budaya Kalimantan Tengah atau daerah-daerah lain? Komen pada kolom di bawah ini ya!


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *