Foto By @issabella.journey

Wisata alam berupa air terjun yang cocok bagi para pecinta wisata alam. Curug Lawe berada di kawasan Gunung Ungaran, tepatnya di Ds.Kalisidi, Ungaran Barat.

Letaknya yang berada di dalam hutan dan dilingkupi tebing memang membutuhkan usaha lebih untuk bisa dicapai. Namun, pengalaman dan pemandangan yang ditawarkan wisata alam ini adalah salah satu yang sayang untuk dilewatkan jika berlibur di Semarang.

Tiket Masuk

Air Terjun ini termasuk destinasi wisata alam yang murah-meriah.Tarif yang ditawarkan disini adalah Rp 8000 Per orang itu sudah termasuk biaya ke curug benowo yang berada dalam satu kawasan wisata.

Jam Operasional

Curuk Lawe dibuka setiap hari untuk para wisatawan yang ingin berkunjung mulai dari jam 08.00 – 14.00. akan tetapi hindari kunjungan pada musim hujan karena situasi jalan yang licin ketika hujan turun.

Keindahan Curug Lawe

Foto By myimage

Curug Lawe adalah salah satu air terjun yang ada di Gunung Ungaran, Semarang. Air terjun ini terlindungi oleh hutan dan lereng berbentuk setengah lingkaran yang melingkupinya. Tingginya mencapai kurang-lebih 30 meter dengan jatuhan air yang menyerupai benang-benang putih. Alasan inilah yang membuatnya dinamai ‘lawe’.

Bersama Curug Benowo, objek wisata ini disebut sebagai Curug Lawe Benowo Kalisidi yang disingkat menjadi CLBK. Kedua air terjun ini menawarkan panorama air terjun yang masih alami dengan kondisi air yang jernih. Selain itu, sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun, pengunjung akan dimanjakan oleh suasana hutan serta pemandangan Puncak Ungaran yang menawan.

Jalur Trekking Menantang

Foto By @masmuhamadmuhamad

Jalan menuju air terjun cukup melelahkan dan menantang. Jalan setapak yang akan dilalui berupa pinggiran parit yang bersisian dengan sebuah jurang. Lebar jalan ini hanya sekitar 40 cm dan cukup dilalui satu orang saja.

Selama perjalanan, pengunjung akan dihibur oleh suara alam. Perpaduan ketenangan hutan yang masih alami, ditambah suara serangga-serangga, serta gemericik air jernih yang mengalir di parit. Parit ini merupakan jalur irigasi buatan yang mengalirkan air langsung dari mata air Gunung Ungaran.

Selain pemandangan hutan dan sungai, pengunjung juga akan melalui bendungan kecil. Bendungan bernama Sidomble ini dibangun pada tahun 1975 untuk memenuhi kebutuhan air Desa Kalisidi. Tempat ini menjadi salah satu spot foto yang menarik karena memajang tulisan ‘We Love CLBK’.

 Jembatan Romantis Curug Lawe

 

instagram @masjun_

Jembatan ini berada di tengah jalur menuju lokasi air terjun Curug Lawe, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tiga puluh menit dari gerbang masuk Curug Lawe.

Jembatan yang sebenarnya merupakan saluran irigasi membentang di antara dua lereng tebing. Saluran irigasi ditutup dengan kayu, difungsikan sebagai alas jembatan. Butuh ekstra hati-hati saat melintasi alas jembatan, sebab kayu yang ada tampak sudah tua dan bisa licin kalau kena tetesan air hujan. Jurang dengan kedalaman tak terukur, tak terlihat dasarnya, menganga di bawah jembatan.

“Saluran irigasi yang jadi jembatan ini konstruksinya terbuat dari besi yang usianya sudah puluhan tahun. Penelitian dari pihak pengairan, masih kuat dilintasi orang, namun tidak boleh banyak-banyak,” tutur Abdul Wahid, 29, penjaga keamanan Curug Lawe.

Adrenalin meningkat ketika kaki menginjak papan jembatan, apalagi setelah mendengar daya tampung jembatan hanya mampu dilintasi sekitar 10 orang. Sementara pengaman hanya berupa pagar besi di satu sisi jembatan.

Muda-mudi saat melintasi jembatan ini secara refleks mengeratkan pegangan tangan karena takut tergelincir. Banyak di antara mereka menjadikan jembatan sebagai spot yang menarik untuk berswafoto dengan latar belakang rimbunnya belantara Gunung Ungaran.

Karena itulah masyarakat setempat menyebutnya jembatan romantis.

Panorama Curug Lawe

Foto : YukPiknik

Setelah melalui jalur trekking dan barisan anak tangga berbatu licin, pengunjung akan tiba di sebuah pos peristirahatan. Pos ini berada di pertigaan jalan. Jalan ke kiri menuju Curug Benowo, sementara Curug Lawe melalui jalan ke kanan. Jaraknya sekitar 100 meter dari pertigaan tersebut.

Curug Lawe merupakan air terjun yang dilingkupi oleh tebing berbentuk cekung. Dari jauh, air terjun ini menyerupai benang-benang putih halus. Airnya yang masih jernih dan bersih mengalir menuju sungai kecil berbatu-batu.

Suasana asri dan menenangkan akan sangat terasa setelah tiba di Curug Lawe. Tempias air yang terbawa angin membuat udara di sekitar air terjun menjadi lebih sejuk. Pengunjung bisa bermain air atau berenang di sekitar air terjun. Jika sudah lelah, istirahatkan diri di kios makanan yang tersedia sambil melahap mengisi perut.

Curug Benowo

Curug Benowo berjarak 1 km dari Curug Lawe. Rute yang harus dilalui menuju air terjun ini cukup menantang, dengan jalan berbatu yang licin dan terjal. Air terjunnya memiliki tinggi sekitar 20 meter dan berada di lereng yang lebih terbuka. Jika ingin bermalam, area di sekitar Curug Benowo bisa dijadikan lokasi berkemah.

Lokasi Curug Lawe

Objek wisata air terjun ini berada di Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Air terjun ini masuk dalam kawasan Gunung Ungaran. Terdapat dua alternatif rute menuju Curug Lawe, yaitu dari Semarang melalui Universitas Negeri Semarang Gunungpati atau dari Ungaran melalui Mapagan.

Keduanya akan bertemu di pertigaan ke Desa Sumurgunung. Pilih jalan ke kiri dengan mengikuti petunjuk arah menuju air terjun. Tidak ada angkutan umum yang melintasi objek wisata ini, jadi sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi.

Curug Lawe dan Benowo Terbaru

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.