Jepara tidak hanya terkenal sebagai kota kelahiran pahlawan emansipasi wanita Indonesia, yaitu R.A Kartini. Kota yang letaknya berada di utara Pulau Jawa ini punya banyak pantai cantik yang beberapa di antaranya menyimpan nilai sejarah. Salah satu pantai tersebut adalah Pantai Benteng Portugis.

Lokasi Dan Tiket Masuk

Lokasinya berada di kawasan Desa Banyumanis, yang lebih tepatnya berada di sebelah timur Jepara, dan termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Donorejo. Dari pusat Kota Jepara, kamu membutuhkan waktu setidaknya satu jam perjalanan dengan total jarak 45 km.

Agar bisa sampai ke Pantai Benteng Portugis ini, kamu bisa menggunakan transportasi pribadi karena memang belum ada akses kendaraan umum untuk sampai di lokasi pantai ini. Walaupun belum ada akses kendaraan umum, namun jalan yang akan dilalui sudah diaspal mulus dan tergolong masih baru kok.

Sedangkan untuk harga tiket masuknya sangat terjangkau di kantong traveler, bisa dibilang tempat wisata di Jepara satu ini sangat ramah bagi semua kalangan.selama hari-hari biasanya pengunjung hanya perlu membayar Rp 3.000 sedangkan bagi anak-anak hanya perlu membayar Rp 2.000 saja per orang. Tarif tersebut akan naik Rp 2.000 per orang ketika akhir pekan atau hari libur nasional. Tarif tiket masuk tersebut juga sudah termasuk biaya parkir, jadi tidak perlu lagi membayar biaya parkir lagi ya.

Sejarah Pantai Benteng Portugis

Dari namanya saja pasti kamu sudah bisa menebak kalau destinasi wisata yang satu ini punya nilai sejarah yang sangat kuat. Jika dilihat dari bangunannya saja, pasti sudah dapat terlihat jelas kalau bangunan ini didirikan atas kepentingan militer pada masa lalu. Benteng ini berdiri di atas bukit yang langsung menghadap ke laut yang awalnya digunakan sebagai tempat bertahan dari serangan musuh. Benteng ini didirikan pada tahun 1600 an, di mana ketika itu merupakan masa awal pendudukan Belanda di Tanah Air.

Pemilihan lokasinya yang berada di laut Jepara ini karena Batavia ketika itu sudah berada di tangan Belanda. Karena Portugis dan Belanda adalah seteru, sehingga Portugis pun memilih untuk mendirikan benteng di lokasi yang lebih jauh dari Batavia, namun tetap memiliki akses yang mudah. Pada masa itu Portugis merupakan sekutu dari Kerajaan Mataram yang saat itu dipimpin oleh Sultan Agung, yang selalu berambisi untuk mengalahkan Belanda namun selalu gagal setelah beberapa kali berusaha.

Mitos Di Benteng Portugis

Di balik keindahan alam yang berpadu dengan nilai sejarah yang kental, objek wisata di Jawa Tengah ini ternyata menyimpan berbagai misteri dan mitos. Dari awal pembangunannya, diperkirakan benteng ini hanya beberapa tahun saja ditinggali oleh orang Portugis. Alasannya adalah, banyak tentara Portugis yang meninggal tanpa alasannya yang jelas.

Bukan hanya itu, beberapa tentara Portugis kabarnya juga menghilang begitu saja secara misterius. Konon, di antara Benteng Portugis dan Pulau Mondoliko terdapat pusaran air yang dipercaya sebagai pintu gerbang ghaib. Setiap ada orang asing yang melewatinya, maka orang tersebut akan tersedot dan hilang misterius entah ke mana.

Satu lagi mitos yang ada di tempat ini, yaitu tempat ini terlarang bagi pasangan kekasih. Beberapa orang percaya kalau sepasang kekasih datang ke benteng ini maka tidak lama lagi hubungannya akan rusak dan berakhir. Terlepas dari mitos yang beredar tersebut, wisatawan tetap saja datang dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa mengunjunginya. Apalagi jika sudah melihat pesona alamnya yang indah, tentu saja siapapun tidak akan ada yang menolak untuk membuka matanya lebar-lebar.

Meskipun benteng tersebut sudah tidak segagah dulu, tetapi pantainya yang berpasir putih dapat menjadi daya tarik tersediri. Jika dilihat, Jepara bukan saja punya Karimunjawa sebagai destinasi andalannya. Masih banyak juga kok tempat wisata di Jepara yang bisa dijelajahi, khususnya untuk kamu yang memang hobi traveling dan berpetualang. Salah satunya Pantai Benteng Portugis ini, kamu punya rekomendasi aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sekitar kawasan ini? Bagi di kolom komentar yuk!


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *