Monumen Meteorit Temanggung

Monumen Meteorit jika kita mendengar nama ini pasti kita akan teringat pada peristiwa gemparnya temanggung di tahun 2001 silam. Tapi sekarang mungkin dari teman-teman sudah banyak yang melupakan kejadian jatuhnya meteor di kota tercinta kita ini. Monumen meteorit merupakan salah satu objek wisata pendidikan yang sebenarnya jika kita lihat di kota-kota lain jarang kita jumpai. Ya karena memang tidak semua kota dijatuhi oleh meteor, benar tidak? sekarang coba anda bayangkan jika setiap kota dijatuhi oleh meteorit mungkin pulau jawa sudah berlubang-lubang karena meteor juga ada yang segede kingkong, hehehe
Objek wisata taman meteorit ini terletak di Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, yang berada di salah satu kaki Gunung Sumbing. Monumen ini dibangun untuk menandai dan mengenang peristiwa alam yaitu telah terjatuhnya meteor di kota tercinta ini, tepatnya di ladang penduduk di Desa Wonotirto, kasian ya yang punya sawah, tanamannya pasti pada mati pada waktu itu. Tapi justru dari kematian tanaman dari salah seorang warga yang naas karena sawahnya menjadi incaran meteor yang begitu ganas akhirnya kota kita tercinta mempunyai satu aset bersejarah yang saya jelaskan satu kali lagi belum tentu di kota-kota lain mendapat penghormatan dijatuhi meteor. Harusnya kita bangga sebagai warga kota Temanggung yang secara tidak langsung kotanya pernah jadi tempat pendaratan meteor dan tempat ini sekarang sudah menjadi monumen.
Flash back kita kembali ke sejarah dimana asal usul monumen ini didirikan, jadi kronologis ceritanya kira-kira seperti ini. Pada waktu itu tepatnya di hari jum’at tanggal 11 Mei 2001, sekitar pukul 09.00. terdengar suara gemuruh yang sangat keras seperti suara petir yang bertabrakan karena rem blong. Dhuuuar lebih keras dari peristiwa bom Bali, ya memang sangat keras karena saat jatuhnya meteor ini masyarakat menjadi terkejut, mereka mencari cari dari mana sumber suara itu hingga mereka lebih terkejut lagi ketika mereka menemukan sebongkah batu luar angkasa. Batu ini tidak seperti batu yang biasa kita pakai untuk membuat pondasi rumah kita, tapi ini batu asli made in luar angkasa, lebih mahal dari marmer yang kita bawa dari italy, apalagi dari batu yang kita kumpulkan di sungai progo atau sungai galeh.
Fenomena alam yang sangat langka ini kemudian menarik perhatian sejumlah ilmuan untuk menelitinya. Antara lain sejumlah dosen di Sekolah tinggi Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Mereka melakukan penelitian, kemudian membangun monumen tepat di lokasi jatuhnya meteor. Bahkan pecahan meteor ikut diabadikan dalam monument itu.
Keberadaan Monumen Meteorit tersebut semakin melengkapi jumlah wisata di kota tercinta kita ini, Temanggung mempunyai banyak kekayaan di samping panorama alam yang memikat karena kita disuguhi oleh yang namanya susi atau sumbing sindoro ya begitulah orang Temanggung menyebut gunung kembar ini dengan sebutan susi, mungkin karena gunung kembar ini juga kenapa di Temanggung banyak orang yang diberi nama susi, disamping itu Temanggung juga mempunyai hawa yang sejuk dengan udara pegunungan yang menyegarkan seperti berada di dalam ruangan ber-ac, serta potensi agrowisata buah dan sayuran yang amat menawan. Kini Monumen Meteorit menjadi salah satu objek wisata di Temanggung yang menarik untuk teman-teman dikunjungi, ya karena akan sulit menemukan tempat wisata meteor ini, dan kita sudah memilinya, apalagi didukung oleh kesejukan udara dan keindahan panorama alam dengan latar belakang Gunung sumbing yang kokoh. Jika dilihat sekilas tempat wisata ini mirip sebuat taman dengan monumen peringatan di dalamnya.
Dan tepat diatas monumen itu ditanam juga pecahan meteor yang dulu sempat menggegerkan warga itu.
Anda tertarik untuk berlibur ke tempat pariwisata yang tergolong langka di Jawa Tengah ini?
Kenapa tempat langka seperti ini kurang mendapat minat dari pengunjung di Temanggung?
Apakah kita yang memang kurang senang dengan tema wisata pendidikan ataukah memang monumen meteorit memang belum layak untuk dijadikan salah satu icon juga di Temanggung?
Preview :

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *